Selasa , Juli 23 2024

Penggunaan dan Fungsi Nebulizer Alat Penyakit Pernafasan

(Ditulis oleh: BUDIMAN, mahasiswa Prodi S1 Keperawatan – Universitas Indonesia Maju)

Salah satu pengobatan untuk penyakit pernapasan dan paru-paru adalah penggunaan obat-obatan yang dihirup. Pengobatan ini dapat diberikan melalui inhaler dan nebulizer. Perbedaan antara nebulizer dan inhaler adalah cara kerja perangkat. Nebulizer tidak menyemprotkan obat, tetapi mengubah obat dari cair menjadi uap, sehingga obat lebih mudah mencapai paru-paru. Perangkat ini biasanya digunakan ketika obat hirup dosis tinggi diperlukan atau ketika orang dengan masalah pernapasan kesulitan untuk menggunakan inhaler contohnya adalah anak menderita sesak nafas karena asma.

Nebulizer biasanya digunakan untuk meredakan gejala asma. Namun, alat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit lain seperti penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, penyakit croup, penyakit epiglotitis, dan penyakit pneumonia. Set kit nebulizer meliputi mesin kompresor, corong atau masker, pipa penghubung, dan cangkir nebulizer atau wadah obat. Obat yang umum digunakan termasuk obat asma, obat antiinflamasi, dan obat pengencer lendir. Urutan penggunaan nebulizer yang benar adalah sebagai berikut:

  • Pastikan peralatan yang digunakan sudah dibersihkan.
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan obat.
  • Masukkan obat ke cangkir nebulizer dan pastikan dosis yang diberikan sesuai anjuran atau resep dokter.
  • Sambungkan corong mulut atau masker ke cangkir nebulizer.
  • Pasang selang penyambung antara mesin kompresor dan cangkir nebulizer.
  • Saat alat sudah siap, nyalakan mesin kompresor. Jika berfungsi secara normal, alat akan mengeluarkan uap yang berisi obat.
  • Letakkan corong mulut atau masker ke mulut dan pastikan tidak ada celah.
  • Duduklah dengan nyaman dalam posisi tegak. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit.
  • Ketika menggunakan alat, bernapaslah secara perlahan hingga obat habis.
  • Jaga agar cangkir nebulizer tetap tegak selama alat digunakan.

Jika mengalami pusing, jantung berdebar, atau gelisah saat menggunakan obat, hentikan pengobatan untuk sementara waktu. Gunakan nebulizer lagi setelah 5 menit, tetapi perlambat pernapasan. Jika gejalanya menetap, hentikan penggunaan nebulizer dan segera konsultasikan dengan dokter. Dalam penggunaannya Nebulizer harus selalu dibersihkan dan dirawat. Nebulizer yang tidak dirawat dengan benar dan tidak dibersihkan berisiko terkena bakteri dan virus penyebab infeksi. Berikut adalah beberapa tips untuk membersihkan nebulizer dengan benar.

  • Copot cangkir nebulizer dan corong mulut, lalu bersihkan dengan air hangat yang telah dicampur detergen atau sabun.
  • Selang penyambung kompresor dengan nebulizer tidak perlu dicuci. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk mengganti selang tersebut secara rutin.
  • Keringkan alat yang telah dicuci dan letakkan di tempat yang bersih.
  • Sebelum disimpan, pastikan nebulizer sudah kering sepenuhnya.

Selain itu, nebulizer juga perlu disterilkan setiap seminggu sekali. Cara mensterilkan nebulizer, yaitu:

  • Lepaskan cangkir nebulizer dan corong mulut.
  • Rendam alat dalam alkohol 70%. Bisa menggunakan air yang telah dicampur cuka.
  • Biarkan alat terendam dalam alkohol selama 5 menit atau dalam campuran air dengan cuka selama 30 menit.
  • Setelah itu, bilas alat dengan air bersih yang mengalir, letakkan di tempat yang bersih dan bebas debu, lalu biarkan mengering.
  • Jika dokter menganjurkan untuk merebus beberapa bagian alat sebagai langkah disinfeksi, lakukan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan alat.
  • Sama seperti ketika melakukan pembersihan harian, jangan simpan nebulizer sebelum alat kering sepenuhnya.

Saat menyimpan, tutupi nebulizer dengan kain bersih dan kering. Hindari meletakkan alat di tanah, baik sedang digunakan atau tidak. Simpan obat yang digunakan dalam nebulizer di tempat yang sejuk dan kering. Jika masih ragu-ragu tentang penggunaan nebulizer, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter tentang penggunaan dan perawatan yang tepat dari nebulizer.

About ProSciences

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *