Selasa , Juli 23 2024

Tomat Untuk Pencegahan Penyakit Jantung

Penyakit jantung sering ditemukan pada kelompok umur 45-55 tahun biasanya berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42% terjadi di negara berpenghasilan rendah. Penyakit jantung koroner sering dialami oleh orang dewasa terutama umur > 25 tahun. Di Indonesia menduduki posisi keempat sebagai penyebab kematian, hal ini menyebabkan arteri koroner menyempit atau tersumbat yang sering disebut dengan penyakit arterosklerosis. Kadar kolesterol yang mengendap di saluran peredaran darah akan mengganggu sistem peredaran darah normal oleh karena itu perlu terapi yang baik untuk mencegah terjadinya penumpukan kolesterol salah satunya dengan buah tomat.

Buah tomat (Lycopersicon esculentum L.) adalah salah satu pangan yang dikonsumsi masyarakat tanpa atau dengan pengolahan. Buah tomat merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral namun juga terdapat zat bioaktif seperti likopen, vitamin A, vitamin C, solanin, saponin, asam folat, asammalat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk likopen, α dan ß karoten), dan histamin.

Kandungan Buah Tomat Mengendalikan Radikal Bebas

Likopen memilki kemampuan mengendalikan radikal bebas 100 kali lebih efisien daripada vitamin E atau 12500 kali dari pada gluthation. Selain sebagai anti skin aging, lycopene juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit. cardiovascular, kencing manis, osteoporosis, infertilitas, dan kanker terutama kanker prostat. Potensi antioksidan dan penangkap radikal bebas serta penghambat oksidasi oksigen singlet merupakan efek yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Antioksidan adalah senyawa yang mencegah kerusakan pada tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif akibat reaktivitas yang tinggi, radikal bebas dapat merusak berbagi sel makromolekul yang menjadi penyebab dari berbagai penyakit degeneratif dan penyakit kronis.

Likopen bertugas mencegah aktifitas dari enzim 3-hydroxy-3-methylglutary l-CoA reductase (HMGKoA reduktase), meningkatkan pengambilan dan degradasi LDL oleh makrophag, dan meningkatkan pengaturan reseptor LDL.

Zat lain yang ada pada buah tomat adalah vitamin C. Vitamin C bertindak sebagai donor electron dan antioksidan yang kuat yaitu melindungi terhadap oksidasi LDL oleh berbagai jenistekanan oksidatif dan menghambat oksidasi LDL oleh sel-sel endotel vaskular dan perlindungan terhadap miokardium kemudian mencegah overexpressi oksidasi LDL yang diinduksi faktor pertumbuhan endotel vascular (VEGF), mengurangi molekul adhesi sel vaskuler plasma-1 yang menyebabkan peradangan monosit. Vitamin E berkontribusi dalam pencegahan dan mengurangi risiko infark miokard dan penurunan risiko penyakit jantung melalui mekanisme sebagai antikoagulan dan mencegah pembentukan gumpalan darah, membatasi perkembangan aterosklerotik, anti- aterosklerotik dan mencegah akumulasi LDL di dalamnya dinding pembuluh.

Secara singkat tomat memiliki fungsi sebagai penghambatan pada makrofag 3-hidroksi- 3-metil glutaril koenzim A (HMGCoA) reduktase, enzim pembatas laju dalam sintesis kolesterol, peningkatan kadar NT-pro BNP serum, peningkatan fungsi HDLC, melindungi terhadap oksidasi LDL oleh berbagai jenis tekanan oksidatif dan menghambat oksidasi LDL oleh sel-sel endotel vaskular dan menghambat peroksidasi lipid, berkontribusi pada stabilitas membran, fluiditas, dan permeabilitas dan untuk melindungi fotosistem II atau membrane protein dari kerusakan oksidatif dengan membersihkan radikal peroksil lipid dan oksigen singlet.

(Ditulis oleh : NEINDAH LARASATI, mahasiswa Prodi S1 Farmasi – Universitas Indonesia Maju)

About ProSciences

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *