Selasa , Juli 23 2024

Mengenal Lebih Jauh Penderita Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

(Ditulis oleh: ALYA LESTARI, mahasiswa S1 Keperawatan – Universitas Indonesia Maju)

Gangguan bipolar merupakan gangguan kesehatan mental yang sangat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Seringkali masyarakat menyebut penderita dengan mood swing yang parah. Bipolar itu sendiri mempunyai dua kutub yaitu manik dan depresi. Penderita kadang mengalami fase manik dimana merasa sangat bahagia dan gembira, ia juga bahkan melakukan suatu pekerjaan secara berlebihan.

Menurut penelitian, beberapa orang dengan penderita gangguan bipolar bertahan bekerja didepan komputer selama tiga hari tanpa beristirahat atau tidur dan bahkan makan tidak teratur. Dan terkadang secara tiba-tiba penderita mengalami depresi yaitu penderita mengalami sedih yang berlebihan, merasa sangat bersalah, merasa bahwa setiap masalah tidak ada jalan keluarnya, atau bahkan merasa bahwa tidak berharga untuk hidup dan pada akhirnya akan menyakiti dirinya sendiri.

Penderita Gangguan Bipolar di Hadapan Masyarakat

Kebanyakan penderita dipandang oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang dekat dengan agama atau kurang berbicara kepada penciptanya dan banyak dari penderita yang bercerita bahwa ia dibawa ke seseorang yang bahkan bukan ahlinya dan sering sekali penderita gangguan bipolar ini dianggap tidak waras atau gila. Menurut penelitian, terdapat kasus penderita gangguan bipolar yang taat beribadah, dan ada juga yang meyakini bahwa penderita tidak dapat berfikir logis, padahal menurut kesaksian orang terdekat bahwa penderita adalah orang yang cerdas.

Dari kasus-kasus di atas, saya menjadi lebih sadar dan belajar bahwa gangguan bipolar ini dapat menyerang siapa saja, baik orang pintar, agamis, masyarakat kalangan atas maupun menengah. Oleh karena itu penting sekali mengenal lebih jauh tentang gangguan bipolar, tentang penyebabnya, cara menanganinya seperti apa saat depresi, cara merawatnya dan mengaplikasikan caring kepada penderita Gangguan Bipolar.

Penyebab Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar dapat terjadi pada usia remaja awal atau remaja lanjut. Kebanyakan penderita gangguan bipolar pada usia awal umur 20 bahkan bisa terjadi pada saat kanak- kanak. Penyebab dari gangguan bipolar itu belum diketahui secara pasti. Secara umum, penderita gangguan bipolar dikarenakan beberapa hal, diantaranya:

  • Adanya faktor genetis atau keturunan yaitu adanya anggota keluarga yang mengidap penyakit serupa
  • Mengalami stress tingkat tinggi, misal karenakan kehilangan orang yang sangat dicintai
  • Pengalaman traumatik, seperti korban pemerkosaan dan lainnya
  • Kecanduan minuman beralkohol atau penyalahgunaan NAPZA.

Bagaimana Merawat Penderita Gangguan Bipolar?

Selama terapi, pemahaman dan dukungan anggota keluarga dan teman sangat penting jika mereka tahu lebih banyak tentang penyakit ini, mereka akan mengerti bahwa pasien berada dibawah pengaruh penyakit dan perilaku penderita dapat dimaklumkan. Anda juga dapat menjadi pendengar yang baik dan memahami segala perilakunya.

Tidak menghakimi atau mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakiti perasaan penderita gangguan bipolar. Mengajak penderita untuk berkonsultasi kepada ahlinya yaitu psikolog atau psikiater. Ikut serta dalam proses pengobatan dan belajar mengatasi masalah mood pasien, akan sangat bermanfaat bagi pemulihan pasien.

Tindakan Pengobatan bagi Penderita Gangguan Bipolar

Penyakit gangguan bipolar ini tidak bisa disembuhkan total dan merupakan penyakit seumur hidup. Biasanya dokter akan memberikan obat yang berguna untuk menstabilkan mood dan pada saat ia depresi penderita dapat meminum obat antidepresan yang telah diresepkan. Lalu pengobatan secara terapi psikologis, psikolog klinis akan membangun hubungan saling percaya dan perilaku bermasalah yang tidak terkendali dia membantu pasien memperlancar kekhawatirannya.

Pengobatan penderita gangguan bipolar ini dilakukan seumur hidupnya. Oleh karena itu, Diharapkan keluarga, teman dan orang-orang sekitarnya harus secara positif mengambil bagian dalam perawatan dan bersikap positif dalam pemulihannya.

About ProSciences

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *