Jumat , Juni 14 2024

Penulis yang Pertama Kali memunculkan Istilah Metaverse, Siapakah Dia?

prosciences.net – Anda mungkin sudah sering mendengar atau membaca tentang Metaverse, terutama belakangan ini sejak Facebook berubah nama menjadi Meta. Namun, tahukah Anda siapa yang pertama kali menulis tentang istilah “Metaverse” ini?

Ya, Neal Town Stephenson. Siapa sosok Neal Town Stephenson? Dia adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal dengan karya fiksi spekulatif yang lahir di Fort Meade, Maryland, Amerika Serikat pada 31 Oktober 1959. Karya-karyanya bervariasi, mulai dari kategori fiksi sejarah, fiksi ilmiah, maximalism, cyberpunk, hingga postcyberpunk. Dia juga mengeksplorasi bidang-bidang seperti matematika, kriptografi, filsafat, mata uang, serta sejarah sains.

Stephenson juga menulis berbagai artikel nonfiksi tentang teknologi, beberapa karyanya dimuat dalam berbagai media salah satunya yang telah dipublikasikan oleh Wired Magazine. Stephenson juga pernah bekerja paruh waktu sebagai penasihat untuk Blue Origin, sebuah perusahaan roket milik Jeff Bezos. Stephenson berasal dari keluarga ilmuwan, ibunya bekerja di laboratorium biokimia, sedangkan ayahnya merupakan seorang profesor biokimia. Stephenson menyelesaikan studinya di Universiton Boston pada 1981 dengan gelar B.A. Dia memulai kariernya pada 1979 di Universitas Boston sebagai asisten pengajar di jurusan Fisika.

Neal Stephenson adalah penulis dari tiga volume epik sejarah “The Baroque Cycle” (Quicksilver, The Confusion, dan The System of the World), Cryptonomicon, The Diamond Age, Snow Crash, dan Zodiac. Istilah Metaverse pertama kali muncul dalam novel karya Neal Stephenson berjudul Snow Crash pada tahun 1992.

Pada novel Snow Crash diceritakan mengenai seorang pengantar pizza sekaligus peretas bernama Hiro yang menjadikan Metaverse sebagai pelarian. Dalam Metaverse, Hiro banyak menghabiskan waktunya untuk menjelahi dunia virtual. Metaverse merupakan ruang digital yang dapat diakses manusia menggunakan kacamata realitas virtual. Metaverse memungkinkan setiap individu untuk bergerak, berbicara, hingga melakukan kegiatan dengan bebas. Termasuk juga melakukan jual beli properti dan karya seni.

(Sumber: Dini Listiyani via inews.id)

About ProSciences

One comment

  1. Pingback: Metaverse, Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya? - ProSciences

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *