Sabtu , Maret 2 2024

Penyakit GERD dan Anxiety Disorder yang Rentan Dialami di Usia Muda

(Ditulis oleh Prastya Alfitri N, mahasiswa S1 Keperawatan – Universitas Indonesia Maju)

Usia muda atau remaja merupakan usia yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Dimana pada usia itu akan mengalami perubahan hormon dan perkembangan fisik yang dapat membuatnya menjadi labil secara emosi. Hal ini bisa menjadi metamorphosis fisik dan fisiologis yang lengkap. Dirinya tidak mengerti semua yang dirasakannya dan tidak nyaman apa yang sedang terjadi.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit gastroesophageal reflux atau GERD merupakan kondisi kronis dimana refluks asam lambung terjadi setidaknya lebih dari sekali dalam seminggu. Penyakit asam lambung yang satu ini adalah penyakit kronis pada sistem pencernaan lambung. Kondisi ini dapat terjadi Ketika asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan). Hal ini terjadi akibat melemahnya sfingter (katup), sehingga hal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada esofagus.

Katup yang normal akan terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju ke lambung dan dicerna tubuh. Setelah minuman dan makanan masuk ke lambung katup akan tertutup rapat dan kencang guna untuk mencegah isi lambung dapat naik ke kerongkongan sehingga terjadinya muntah. Pada penderita penyakit GERD, katup melemah, sehingga tidak dapat menutup dengan baik. Hal ini dapat mengakibatkan isi lambung yang terisi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.

Sedangkan kecemasan atau yang sering disebut dengan Anxiety Disorder adalah respons alami tubuh terhadap stress. Anxiety disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut berlebih. Hal tersebut membuat anda menjadi tidak semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk hobi yang biasa digemari. Rasa cemas ini akan berlangsung intens dalam jangka waktu yang panjang. Seringkali dengan ketakutan ini membuat penderitanya cepat lemas secara fisik.

WHO menyatakan bahwa terdapat setidaknya 301 juta orang memiliki gangguan mental ini di dunia, dimana 58 juta penderita anxiety disorder adalah anak-anak dan remaja. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, gangguan kecemasan berada di peringkat 2 dari 10 penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia dari tahun 1990-an sampai 2017.

Hubungan antara GERD dan Anxiety

Anxiety tampaknya bisa meningkatkan gejala yang terkait dengan GERD,seperti heartburn dan nyeri perut bagian atas. Kecemasan dipercaya bisa membuat kamu lebih sensitif terhadap rasa sakit dan gejala GERD lainnya. Efek negatif GERD pada kualitas hidup pengidapnya bisa meningkatkan kecemasan dan depresi. Salah satu pemicu Gerd adalah berkaitan dengan jenis makanan asam, pedas, dan berminyak. Terlalu sering mengkonsumsi makanan ini akan meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan otot sfingter esofagus bawah serta melambatkan pengosongan lambung.

Stres juga merupakan pemicu GERD karena respons stress dan kecemasan dapat menyebabkan ketegangan otot yang bertahan lama. Jika ini mempengaruhi otot-otot disekitar perut, hal tersebut dapat meningkatkan tekanan pada organ dan mendorong asam ke atas. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat meningkatkan produksi asam lambung.

CARA MENGATASI GERD

Mengatasi GERD tidak hanya melulu melalui obat-obatan. Memodifikasi gaya hidup juga penting dilakukan untuk mendukung pemulihan penyakit GERD. Berikut beberapa panduan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan untuk menghindari dan juga mengatasi penyakit GERD:

  • Menurunkan berat badan
  • Berhenti merokok
  • Menghindari makan dalam porsi besar dan berat di malam hari
  • Menghindari makanan pemicu seperti cokelat, kafein, dan alkohol
  • Makan maksimal 3 jam sebelum tidur
  • Tidak langsung berbaring setelah makan
  • Meninggikan posisi kepala saat berbaring

CARA MENGATASI ANXIETY ATAU GANGGUAN KECEMASAN

  • Menarik nafas
  • Memusatkan pikiran pada aktivitas yang dijalani
  • Menerapkan metode 5-4-3-2-1 

Saat gangguan kecemasan menyerang, lihatlah lingkungan sekitar dan sebutkan 5 benda yang ada di sekeliling Anda. Selanjutnya, sebutkan 4 benda yang bisa Anda sentuh. Setelah itu, diam sejenak dan sebutkan 3 suara yang Anda dengar. Lanjutkan dengan menyebutkan 2 bau yang bisa Anda hirup. Terakhir, kenali 1 rasa yang ada di lidah Anda. Cara mengatasi gangguan kecemasan yang satu ini diyakini dapat menghentikan pikiran negatif yang membuat Anda gelisah. Selain itu, berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kecemasan:

  • Menghindari minuman yang berkafein dan beralkohol.
  • Bercerita kepada orang terdekat.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri. Sediakan waktu untuk diri sendiri, misalnya dengan berjalan santai, melakukan meditasi, atau sekadar berendam di air hangat. Bila perlu, matikan telepon genggam selama beberapa saat agar Anda tidak terganggu.
  • Makan secara teratur dan minum air secukupnya.

About ProSciences

9 comments

  1. Nurul anisa kartini

    Bagus cara penyampaiannya mudah di pahami dan saya jadi tahu penyakit asam lambung yang benar benar berbahaya dan penyakit ini terjadi banyak sekali di kalangan remaja sekarang pkonya bangus

  2. Bermanfaat

  3. Sangat membantu sekaliii,terimakasiii

  4. Ayoooooo mangattt istri chanyeol yoyooyooooo

  5. Sangat sangat bermanfaat buat orang orang yg punya penyakit yg sama atau yg lagi berjuang melawan penyakit tersebut SEMANGAT…

  6. Sangat sangat bermanfaat buat orang orang yang punya penyikit ini atau yg lagi berjuang untuk sembuh SEMANGAT…

  7. Sangat bermanfaat, dari sini saya tau penyakit apa yang di derita oleh sahabat saya. Semoga saja orang orang di luar sana yang punya penyakit ini di sembuhkan. Semangat kalian dan terimakasih informasinya

  8. Luffy anchal lusanty

    Lantas bagaimana cara mencegah setres?

  9. Sangat bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *