Sabtu , Maret 2 2024

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Autoimun

(Ditulis oleh Siti Mariah Ulfa, mahasiswa S1 Keperawatan Univ. Indonesia Maju)

Penyakit Autoimun adalah gangguan sistem kekebalan yang dapat menyebabkan aktivitas rendah yang tidak normal atau aktivitas sistem kekebalan yang berlebihan. Dalam kasus dimana aktivitas sistem kekebalan berlebihan, tubuh akan menyerang dan merusak jaringan sendiri (penyakit autoimun). Penyakit gangguan imun inilah yang bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri atau virus sehingga menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi. Pengobatan penyakit Autoimun umumnya berfokus pada pengurangan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Penyakit Autoimun terjadi ketika sistem pertahanan tubuh tidak dapat membedakan antara sel tubuh dengan sel asing. Ada beberapa penyakit autoimun yang mempengaruhi bagian tubuh manusia, diantaranya adalah:

  1. Rheumatoid arthritis (RA) merupakan suatu bentuk radang yang menyerang area persendian.
  2. Psoriasis, merupakan suatu kondisi penyakit Autoimun yang ditandai dengan bercak kulit yang tebal dan bersisik.
  3. Artritis psoriatic, merupakan sejenis penyakit Autoimun radang sendi dengan psoriasis.
  4. Lupus, merupakan penyakit Autoimun yang merusak area tubuh yang meliputi persendian, kulit dan organ.
  5. Penyakit tiroid, termasuk penyakit Graves yang di mana tubuh membuat terlalu banyak hormone tiroid (hipertiroidisme) dan tiroiditis yang di mana tubuh tidak membuat cukup hormon.
  6. Multiple sclerosis (MS), merupakan penyakit autoimun yang merusak selubung myelin, lapisan pelindung yang mengelilingi sel-sel saraf, di sistem saraf pusat otak.
  7. Penyakit Addison, merupakan penyakit Autoimun yang mempengaruhi kelenjar adrenal. Kelenjar inilah yang menghasilkan hormon kortisol atau hormon stress, aldosteron dan hormon endrogen. Hormon kortisol yang rendah dapat mempengaruhi tubuh dalam menyimpan karbohidrat dan glukosa. Sementara jika tubuh mengalami kekurangan aldosteron akan menyebabkan hilangnyanatrium dan kelebihan kalium dalam aliran tubuh.

Penyebab Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun ini cenderung di turunkan dalam keluarga, yang berarti pada seseorang yang memiliki gen tertentu lebih besar kemungkinannya untuk terkena penyakit autoimun. Selain faktor genetik, ada pula kemungkinan lain penyebab penyakit autoimun diantara lain:

  • Kelebihan berat badan, atau obesitas dapat meningkatkan resiko terkena rheumatoid artritis atau psoriatik arthritis. Tentu bisa jadi karena berat badan lebih memberi tekanan lebih besar pada persendian atau karena jaringan lemak membuat zat yang mendorong peradangan.
  • Merokok, kebanyakan perokok aktif akan menderita sejumlah penyakit autoimun, termasuk lupus, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme dan Multiple Sclerosis (MS).
  • Obat-obatan tertentu, beberapa obat tekanan darah atau antibiotic dapat memicu terjadinya penyakit lupus yang diinduksi obat. Selain itu, obat khusus yang digunakan untuk menurunkan kolesterol, yang disebut statin dapat memicu miopati yang diinduksi statin.

Gejala Penyakit Autoimun

Gejala awal dari banyaknya penyakit autoimun sangatlah mirip, umumnya seperti:

 Kelelahan
 Otot pegal
 Bengkak dan kemerahan
 Demam ringan
 Kesulitan berkonsentrasi
 Mati rasa dan kesemutan
 Rambut rontok
 Ruam kulit

Penyakit Autoimun juga dapat memiliki gejala lain yang unik sendiri. Misalnya, diabetes tipe 1 akan mengalami gejala dengan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan, sedangkan Inflammatory Bowel Disease (IBD) akan memicu gejala sakit perut, kembung, dan diare.

Pengobatan pada Penyakit Autoimun

Sayangnya, belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit autoimun, tetapi hanya dapat mengontrol respon imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradanganatau setidaknya mengurangi rasa sakit atau peradangan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kondisi autoimun meliputi obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat penekanan kekebalan.

Pengobatan juga tersedia untuk meredakan gejala seperti nyeri, bengkak, kelelahan dan ruam pada kulit. Kemudian makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur juga dapat mengurangi gejala sehingga Anda akan dapat membantu mengurangi gejala, sehingga akan merasa lebih baik.

About ProSciences

6 comments

  1. Terimakasih informasinya…

  2. terimakasii, sangat bermanfaat

  3. Ih kerenn bener kakak upehhh😻💪🏻👍🏻

  4. Terimakasih sangat bermanfaat…

  5. Terimakasih penjelasan nya👍🏻

  6. Makasih yah 👍🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *